Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Desember 2010

Ternyata Lampu Kota Memperburuk Pencemaran Udara

Los Angeles di malam hari.


Kilauan cahaya lampu kota ternyata bisa dianggap sebagai elemen yang turut mendukung pencemaran udara. Begitu hasil sebuah kesimpulan dari penelitian yang dilakukan belum lama ini.

Pasalnya, cahaya lampu kota melenyapkan molekul yang biasanya membersihkan atmosfer di malam hari. Dari hasil riset para peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), ternyata cahaya lampu kota memiliki andil mencegah produksi molekul Nitrogen Oksida atau dikenal juga dengan nama radikal nitrat.

Biasanya, molekul yang terbentuk dari reaksi nitrogen dioksida dengan ozon itu, mengikat polutan udara yang berseliweran di udara, pada malam hari. Namun, kehadiran cahaya lampu kota di malam hari membuat pembentukan molekul ini terhambat sehingga memperburuk polusi udara kota di kemudian harinya.

Seperti dikutip dari situs Discovery, cahaya lampu di wilayah kota Los Angeles, begitu terang, yakni 10 ribu kali lebih gelap dari cahaya sinar matahari. Namun, ternyata terangnya lampu kota Los Angeles bisa memotong pembersihan udara oleh Nitrogen Oksida, hingga 7 persen.

Akibatnya, pembersihan udara di malam hari mendapat hambatan. Riset mengungkapkan bahwa cahaya lampu kota Los Angeles yang 25 kali lebih terang dari sinar bulan, meningkatkan unsur kimia polutan kota itu sepanjang hari hingga 5 persen.

Menurut Anne Douglas, Goddard Space Flight Center di Maryland, polutan yang banyak menjadi sorot perhatian adalah partikel dan ozon permukaan yang diproduksi oleh bahan kimia. "Anda membutuhkan sinar matahari untuk membuat reaksi kimia ini terjadi. Jadi, biasanya hal ini tidak terjadi pada malam hari," kata Douglass.

Hal senada dikatakan oleh Dr. Harald Stark, pemimpin riset dari NOAA. Menurutnya selama siang hari, tidak terjadi pembersihan ozon oleh radikal nitrat. Pada malam hari, radikal nitrat baru muncul, bereaksi dengan polutan dan membersihkannya," kata dia.

Sayangnya, para peneliti khawatir mengubah jenis lampu kota tak akan menolong banyak untuk menghindari masalah ini. Selama ini di penduduk Los Angeles mayoritas menggunakan lampu jenis high-pressure sodium dan metal halida. "Saya pikir kebijakan untuk mengganti jenis lampu bisa memecahkannya," kata Stark. Kecuali, dia melanjutkan, kota menggunakan lampu warna merah, lampu yang tidak akan mengganggu pembentukan radikal nitrat ini.

Kamis, 23 Desember 2010

Mengapa Daun Berubah Warna di Musim Gugur?

Daun mendapatkan warna hijaunya yang biasa dari klorofil, pigmen yang ditemukan di sel-sel tumbuhan. Pigmen adalah zat apa saja yang dapat menyerap sinar tampak.

Klorofil menyerap sinar matahari dan menggunakan energinya untuk membuat makanan bagi tumbuhan. Tetapi di musim gugur, daun-daun pohon kehilangan warna hijau cerahnya.

Daun-daun poplar menjadi keemasan, pohon sugar maples menjadi merah menyala. Perubahan warna ini berarti terjadi perubahan kimia dalam dedaunan, yaitu sesuatu yang terjadi pada klorofil itu.




Saat musim panas berubah menjadi musim gugur, setiap pohon mulai mempersiapkan diri untuk musim dingin. Zat-zat makanan bergerak lambat keluar dari dedaunan dan masuk ke dahan-dahan, batang dan akar pohon, di mana mereka tersimpan aman di tengah udara dingin yang membeku nanti.
Ketika musim semi tiba, pohon akan menggunakan zat-zat makanan ini untuk menumbuhkan daun-daun baru.

Saat zat-zat makanan keluar, dedaunan berhenti membuat klorofil.

Klorofil yang tersisa di daun berangsur-angsur terurai, yang memungkinkan pigmen-pigmen lain keluar dari persembunyiannya. 

Di beberapa pohon, pigmen kuning dan jingga yang keluar (Ini termasuk karoten, zat kimia yang membuat wortel bewarna oranye) Jadi, daun pohon birch dan hickory berubah kuning mentega saat klorofilnya memudar.

Daun pohon-pohon lain berubah menjadi berbagai nuansa merah yang cantik. Warna merah tua merah anggur, dan keunguan di beberapa daun disebabkan oleh pigmen yang disebut anthocyanin. Pigmen ini juga mewarnai radish (lobak merah) dan kubis merah, mawar dan granium.

Tidak seperti karote dan pigmen kekuningannya lainnya, anthocyanin bahkan tidak ada di daun sampai musim gugur. Zat kimia ini terbentuk ketika udara menjadi sangat dingin. Perubahan warna daun-daun itu kebanyakan diwariskan, seperti warna rambut kita. Tetapi apakah warna ini jadinya kusam atau cerah tergantung pada cuaca.



Nuansa paling pekat dan cemerlang terjadi setelah beberapa minggu cuaca musim gugur yang sejuk dan cerah. Sebagai contoh, ketika suhu turun menjadi antara 0 derajat dan 7 derajat Celcius, lebih banyak anthocyanin terbentuk.

Cuaca ideal untuk dedaunan yang mempesona ditemukan di tempat-tempat seperti Vermont, AS. Di Inggris, di mana cuaca musim gugur berhujan dan lebih hangat, dedaunan mungkin berubah menjadi kuning atau coklat kusam.

Senin, 20 Desember 2010

Ternyata Pria Lebih Mudah Kena Penyakit Daripada Wanita

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiJGNo3900L5FLaX6fuyKzpMKsfPJu0XSrn0m2a0ZeDTsutatz3l0Q7XbUQjXRusIVrt9u2D9r8sGvuPxCS13P1WvOI_FoB0N0e5EkvADIk107jNO3stqqcUmer3_LhK9UGU83Dlz_jQA/s1600/guys-beach-body-six-pack-400a050307.jpg

Wanita lebih sehat dari pria. Secara fisik, pria memang lebih kuat dibanding kaum perempuan. Namun ternyata, di balik tubuh yang kuat, pria lebih rentan terkena berbagai penyakit. Ini karena kaum wanita lebih peduli pada kesehatannya sehingga mereka lebih panjang umur.

Dalam sebuah penelitian di Inggris dan Wales, 42 persen pria meninggal sebelum mereka sempat merayakan ulangtahunnya yang ke 75. Ada beberapa penyakit pembunuh kaum pria, yakni serangan jantung dan stroke, yang merenggut 3.000 nyawa dari 10.000 pria. Bandingkan dengan 190 kasus pada tiap 100.000 wanita.

Kanker adalah pembunuh terbesar kedua dan kemungkinan pria untuk bertahan menghadapi penyakit ini 70 persen lebih rendah dibanding wanita. Selain itu, pria juga 60 persen lebih mudah menderita kanker.

Menurut Peter Baker, ketua Men's Health Forum, tubuh pria lebih rentan terkena penyakit antara lain karena gaya hidupnya. "Pria suka berkelompok dan mereka suka menghabiskan waktu dengan minum alkohol atau merokok," katanya.

Selain itu, pria yang rutin berolahraga hanya sekitar 40 persen. Meski angka bunuh diri pada pria dan wanita hampir sama, namun angka bunuh diri pada pria sebenarnya lebih tinggi, yakni 76 persen.

Berbeda dengan kaum pria, wanita biasanya sangat peduli pada kesehatannya. Mereka juga lebih rajin mengunjungi dokter begitu ada keluhan kesehatan. Sebuah studi juga menyebutkan, wanita lebih terbuka sehingga lebih sering mengungkapkan perasaannya. Hal ini membawa keuntungan bagi kesehatan karena stres yang dihadapi bisa berkurang dan tidak sampai membawa dampak buruk bagi tubuh.

Dampak Negatif Makan di Depan Komputer


Dampak negatif makan di depan komputer. Kebiasaan makan di depan komputer ternyata dapat berdampak signifikan terhadap berat badan Anda, yakni membuat bobot bertambah lebih cepat.

Menurut hasil penelitian kecil yang dipimpin Jeffrey Brunstrom dari Universitas Bristol, Inggris, kebiasaan makan siang di depan komputer dapat memacu nafsu makan terutama saat melahap menu dessert (hidangan penutup).

Dalam penelitian melibatkan 44 pria dan wanita, para ilmuwan menemukan bahwa mereka yang makan siang sambil nge-game selalu menutup santapannya dengan makan kue lebih banyak selang 30 menit kemudian. Jumlah kue yang dimakan lebih banyak dibanding relawan yang makan siang tanpa gangguan.

Kelihatannya, masalahnya adalah pengguna komputer mengalami ingatan yang lebih kabur tentang momen santap siang mereka dan merasa kurang kenyang setelahnya.

Riset ini mengindikasikan bahwa faktor distraksi seperti komputer dan TV dapat mengubah memori mengenai waktu makan, yang pada gilirannya memberi pengaruh pada nafsu makan.

Brunstrom menyatakan, ingatan terhadap aktivitas makan memengaruhi jumlah makanan yang akan kita santap kemudia.  Riset ini tampaknya mendukung saran bahwa Anda sebaiknya menghabiskan lebih banyak waktu untuk sadar akan apa yang Anda makan. Beberapa kelompok pemeluk agama Buddha menegaskan kalau Anda seharusnya benar-benar sadar terhadap apa yang Anda makan.

"Ketika daya ingat kita buruk, maka ketika kita akan menghadapi santapan  berikutnya, kita cenderung untuk memilih dan mengonsumsi makanan dengan jumlah yang lebih banyak," ungkap Brunstrom.

Mengukur Kekuatan Tsunami Dengan GPS

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj839v9eygduLORJ1HthxB1WfQe16dKtdbOgQ9LGuXcTDgih4PTgt351eKyFg_p0vBNW7A5ZdBsOnlJwRMT1LwahRYyun8DtjMzX8GRI19aM2Ogz0HA15RvgAcKHOzu9qhaltTxnym3oWdY/s1600/Beautiful_Ocean_Wave_Surfing_8.jpg

Mengukur kekuatan tsunami dengan memakai GPS. Saat gempa besar dengan magnitudo 8,8 mengguncang Chile di Februari lalu, Pacific Tsunami Warning Center di Hawaii langsung memberi aba-aba bahaya ke seluruh cincin Pasifik.

Tanpa adanya cara untuk mengetahui berapa besar gelombang samudera yang akan terbentuk, para geofisikawan tidak punya pilihan lain kecuali  bersiap-siap menghadapi hal yang terburuk.

Dengan tujuan untuk melakukan persiapan yang lebih baik, Toni Song, peneliti dari NASA membangun sistem prediksi tsunami yang lebih akurat menggunakan hasil data GPS. Sistem buatannya sudah terbukti berhasil dalam melakukan pendeteksian pada beberapa kejadian terakhir.

Seperti dikutip dari Discovermagazine, teknik yang digunakan Song untuk memprediksi secara tepat skala gelombang tsunami yang akan datang adalah melacak pergerakan di tanah. Yang dipantau adalah berapa banyak air yang telah bergeser di dasar samudera, dan setelah itu mengukur kisaran energi yang akan dimiliki gelombang itu.

Ketika gempa bumi Chile terjadi, sistem milik Song menunjukkan patahan di bawah laut telah turun sekitar 3 meter. Penurunan patahan ini cukup berpotensi untuk menghasilkan tsunami dengan ketinggian beberapa meter.

Akan tetapi, Song kemudian mengkombinasikannya dengan data pergerakan air lewat GPS dan menghasilkan angka 4,8 dari skala 10. Prediksinya benar, tsunami yang hadir di Chile tidak terlalu mempengaruhi kawasan lain.

Tak lama berselang, pihak terkait dari India, Italia, Portugal, Taiwan dan lain-lain menghubungi Song untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar sistem prediksi yang ia buat. Target Song adalah, menempatkan satu receiver GPS di setiap 12 mil pesisir pantai untuk melacak kekuatan tsunami yang akan muncul.

“GPS menambahkan dimensi baru, sebuah gambaran yang lebih lengkap dan dalam waktu yang sangat cepat,” kata Song. “Kita tidak hanya dapat menyebutkan apakah akan ada tsunami, tetapi juga bisa menginformasikan berapa dahsyat tsunami itu,” ucapnya.

Sejarah Kalender,Maret Ternyata Pernah Jadi Bulan Pertama

calendar.jpg (300×224)

Kebayang gak kalo misalnya dalam hidup kita tidak mengenal kalender?? Pasti kita sudah mengalami disorientasi waktu. Kita semestinya berterima kasih pada Aloysius Lilius. Pria asal italia inilah yang pertama kali mengusulkan sistem kalender yang kemudian disetujui oleh Paus Gregorius XIII pada 24 Februari 1582, dan kita kenal sekarang sebagai kalender Gregorian.
Dalam kalender Gregorian, dikenal 12 bulan yang masing-masing punya nama berbeda. Di Indonesia nama-nama bulan itu dimulai dari Januari sampai Desember. Penamaan ini menyerap menyerap nama-nama bulan dalam bahasa Belanda. Ya, temen2 tau sendiri kan kalo negara kita ini bekas jajahan Belanda.

Nah, bagaimana nama-nama bulan itu diberikan??

Januari

Nama bulan pertama dalam kalender Gregorian ini diambil dari nama dewa Romawi penjaga pintu gerbang, Janus.

Februari

Berasal dari kata Latin februa yang diambil dari nama dewa penyucian Romawi, Frebruus. Jumlah hari dalam bulan ini adalah 28. Jumlah harinya menjadi 29 pada tahun kabisat (tahun yang bisa dibagi empat).

Maret

Nama bulan ini berasal dari nama dewa perang Romawi, Mars. Awalnya, Maret adalah bulan pertama dalam kamender Romawi. Peda tahun 45 SM, Julius Caesar menambahakan bulan Januari dan Februari di depannya. Maka, Maret pun menjadi bulan ketiga dalam penanggalan Gregorian.

April

Bulan keempat ini aslinya berasal dari bahasa Latin aperire, yang artinya membuka.

Mei

Nama bulan ini diperkirakan diambildari nama lain Dewi Fortuna, yakni Dewi Maia.

Juni

Bulan keenam ini berasal dari nama Dewi Juno, istri dewa Jupiter.

Juli

Awalnya, bulan ini disebut bulan ini disebut Quintilis yang artinya kelima dalam bahasa Latin. Dalam kalender Romawi yang berawal dari bulan Maret, bulan ini memang bulan kelima. Namun, setelah Julius Caesar menambahkan Januari dan Februari di depan bulan Maret, bulan ini menjadi bulan ketujuh. Namanya diambil dari nama kaisar Romawi, Julius Caesar yang lahir pada bulan itu.

Agustus

Asal nama dari bulan kedelapan dalam penanggalan Gregorian ini tak terlalu jelas. Sebelumnya ia disebut Sextilis, yang artunya keenam dalam bahasa Latin. Ada pendapat, ia diambil dari bahasa Portugis Agosto, yang dipengaruhi bahasa belanda Augustus. Keduanya merujuk pada nama kaisar Romawi, Augustus.

September

Meski dalam kalender Georgian september merupakan bulan kesembilan, namun aslinya ia bulan ketujuh. Namanya berasal dari bahasa Latin saptam, yang berarti tujuh.

Oktober

Hal yang sama terjadi pada bulan kesepuluh dalam kalender Gregorian, yang diambil dari bahasa Latin octo, artinya delapan.

November

Dalam kalender Gregorian, November merupakan bulan kesebelas. Padahal, diambil dari bahasa Latin novem yang berarti sembilan. Sekali lagi, ini karena adanya penambahan bulan Januari dan Februari pada penanggalan Romawi.

Desember

Nama ini dipetik dari bahasa latin decem yang berarti sepuluh. Namun dalam kalender Greorius bulan ini menjadi bulan keduabelas dan menjadi bulan penutup tahun.

Minggu, 19 Desember 2010

Mengapa Popeye Makan Bayam?

Siapapun pasti mengenal Popeye, tokoh kartun yang dibambarkan sebagai pelaut perkasa. Ia mendadak punya kekuatan super setiap kali menyantap sekaleng bayam. Sedemikian besarkah manfaat bayam?



Sebagai sebuah karya fiksi, tentunya sah-sah saja bila dalam kartun tersebut efek makan bayam sedikit didramatisir. Popeye yang dalam kondisi normal memiliki postur kecil dan kerempeng, dalam sekejap mampu melawan Brutus, musuh utamanya yang berbadan jauh lebih besar setelah makan bayam.

Tokoh kartun Popeye diciptakan oleh Elzie Crisler Segar, dan diperkenalkan dalam bentuk komik strip pada awal 1929. Dengan cepat, sosok yang juga digambarkan selalu mengulum pipa tembakau ini sukses meraih popularitas pada era 1930-an.

Di masa itu, kartun Popeye merupakan bagian dari kampanye makan sayur di kalangan anak-anak. Meski mengandung banyak nutrisi, sayuran ini kurang disukai anak-anak karena rasanya yang dinilai tidak enak.

Bayam sangat kaya akan kandungan berbagai vitamin dari A hingga K. Selain itu juga mengandung banyak mineral, antara lain potasium, phosphor, magnesium dan zat besi.

Bayam juga mengandung nutrisi lain seperti berbagai asam amino esensial dan serat. Serat yang terkandung dalam bayam dapat mencegah sembelit, ambeien serta sindrom iritasi usus.

Meskipun belum banyak uji klinis, bayam dipercaya bisa mengatasi beberapa masalah kesehatan seperti :


1. membersihkan darah sehabis bersalin
2. memperkuat akar rambut
3. mencegah tekanan darah rendah
4. mencegah kurang darah (anemia)
5. mencegah gagal ginjal

Sebagian orang bahkan meyakini bahwa bayam juga berkhasiat untuk :

1. mencegah menurunnya penglihatan
2. mencegah katarak
3. mencegah kanker.


Kampanye melalui kartun bisa dikatakan berhasil, sebab konsumsi bayam di AS tercatat meningkat hingga 33 persen ketika popularitas kartun Popeye sang pelaut begitu meledak. Meski demikian, ada rumor menarik di balik kampanye terselubung ini.

Rumor tersebut terkait dengan pemilihan bayam sebagai senjata rahasia Popeye. Ada banyak sayuran atau buah-buahan lain yang juga kaya akan kandungan nutrisi, tetapi sang kreator memilih bayam sebagai 'bahan bakar' bagi si pelaut perkasa ini.

Diduga alasannya terkait kesalahan sejarah soal jumlah kandungan zat besi dalam bayam. Pada tahun 1870, seorang ilmuwan bernama Dr. E. von Wolf salah meletakkan tanda koma saat menuliskan kandungan zat besi pada bayam. Kesalahan ini menyebabkan anggapan berlebihan tentang manfaat bayam.

Tidak ada yang menyadari kesalahan ini hingga 70 tahun kemudian, ketika Popeye terlanjur dikenal sebagai pemakan bayam. Pada masa itu barulah terungkap bahwa kandungan zat besi dalam sayuran tersebut hanya 1/10 dari yang dituliskan oleh Dr. Wolf.

Namun rumor ini dibantah oleh Dr. Mike Sutton, ilmuwan yang berusaha melacak kesalahan terkait kandungan zat besi dalam makanan kegemaran Popeye. Dalam kesimpulan yang dipublikasikan di Internet Journal of Ciminology tahun 2009, ia menyebut tidak cukup bukti tentang adanya kesalahan tersebut.

Dr. Sutton justru menyebut, bayam dipilih bukan karena mengandung zat besi melainkan karena kaya akan vitamin A. Apapun itu, banyak mengkonsumsi bayam dan sayuran lain tetap akan memberikan manfaat bagi kesehatan. Selamat makan bayam.




Sabtu, 18 Desember 2010

Inilah Gejala Stres pada Tubuh Manusia

Gejala-gejala stres pada diri seseorang seringkali tidak disadari karena perjalanan awal tahapan stres timbul secara lambat, dan baru dirasakan bilamana tahapan gejala sudah lanjut dan mengganggu fungsi kehidupannya sehari-hari baik di rumah, di tempat kerja ataupun pergaulan lingkungan sosialnya. Dr. Robert J. Amberg (dalam Hawari, 2001) membagi tahapan-tahapan stres sebagai berikut :

1. Stres tahap I
Tahapan ini merupakan tahapan stres yang paling ringan dan biasanya disertai dengan perasaan-perasaan sebagai berikut: 1) Semangat bekerja besar, berlebihan (over acting); 2) Penglihatan “tajam” tidak sebagaimana biasanya; 3) Merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya, namun tanpa disadari cadangan energi semakin menipis.

2. Stres tahap II
Dalam tahapan ini dampak stres yang semula “menyenangkan” sebagaimana diuraikan pada tahap I di atas mulai menghilang, dan timbul keluhan-keluhan yang disebabkan karena cadangan energi yang tidak lagi cukup sepanjang hari, karena tidak cukup waktu untuk beristirahat. Istirahat yang dimaksud antara lain dengan tidur yang cukup, bermanfaat untuk mengisi atau memulihkan cadangan energi yang mengalami defisit. Keluhan-keluhan yang sering dikemukakan oleh seseorang yang berada pada stres tahap II adalah sebagai berikut: 1) Merasa letih sewaktu bangun pagi yang seharusnya merasa segar; 2) Merasa mudah lelah sesudah makan siang; 3) Lekas merasa capai menjelang sore hari; 4) Sering mengeluh lambung/perut tidak nyaman (bowel discomfort); 5) Detakan jantung lebih keras dari biasanya (berdebar-debar); 6) Otot-otot punggung dan tengkuk terasa tegang; 7) Tidak bisa santai.

3. Stres Tahap III
Apabila seseorang tetap memaksakan diri dalam pekerjaannya tanpa menghiraukan keluhan-keluhan pada stres tahap II, maka akan menunjukkan keluhan-keluhan yang semakin nyata dan mengganggu, yaitu: 1) Gangguan lambung dan usus semakin nyata; misalnya keluhan “maag”(gastritis), buang air besar tidak teratur (diare); 2) Ketegangan otot-otot semakin terasa; 3) Perasaan ketidaktenangan dan ketegangan emosional semakin meningkat; 4) Gangguan pola tidur (insomnia), misalnya sukar untuk mulai masuk tidur (early insomnia), atau terbangun tengah malam dan sukar kembali tidur (middle insomnia), atau bangun terlalu pagi atau dini hari dan tidak dapat kembali tidur (Late insomnia); 5) Koordinasi tubuh terganggu (badan terasa loyo dan serasa mau pingsan). Pada tahapan ini seseorang sudah harus berkonsultasi pada dokter untuk memperoleh terapi, atau bisa juga beban stres hendaknya dikurangi dan tubuh memperoleh kesempatan untuk beristirahat guna menambah suplai energi yang mengalami defisit.

3. Stres Tahap IV
Gejala stres tahap IV, akan muncul: 1) Untuk bertahan sepanjang hari saja sudah terasa amat sulit; 2) Aktivitas pekerjaan yang semula menyenangkan dan mudah diselesaikan menjadi membosankan dan terasa lebih sulit; 3) Yang semula tanggap terhadap situasi menjadi kehilangan kemampuan untuk merespons secara memadai (adequate); 4) Ketidakmampuan untuk melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari; 5) Gangguan pola tidur disertai dengan mimpi-mimpi yang menegangkan; Seringkali menolak ajakan (negativism) karena tiada semangat dan kegairahan; 6) Daya konsentrasi daya ingat menurun; 7) Timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang tidak dapat dijelaskan apa penyebabnya.

4. Stres Tahap V
Bila keadaan berlanjut, maka seseorang itu akan jatuh dalam stres tahap V, yang ditandai dengan hal-hal sebagai berikut: 1) Kelelahan fisik dan mental yang semakin mendalam (physical dan psychological exhaustion); 2) Ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari yang ringan dan sederhana; 3) Gangguan sistem pencernaan semakin berat (gastrointestinal disorder); 4) Timbul perasaan ketakutan, kecemasan yang semakin meningkat, mudah bingung dan panik.

6. Stres Tahap VI
Tahapan ini merupakan tahapan klimaks, seseorang mengalami serangan panik (panic attack) dan perasaan takut mati. Tidak jarang orang yang mengalami stres tahap VI ini berulang dibawa ke Unit Gawat Darurat bahkan ICCU, meskipun pada akhirnya dipulangkan karena tidak ditemukan kelainan fisik organ tubuh. Gambaran stres tahap VI ini adalah sebagai berikut: 1) Debaran jantung teramat keras; 2) Susah bernapas (sesak dan megap-megap); 3) Sekujur badan terasa gemetar, dingin dan keringat bercucuran; 4) Ketiadaan tenaga untuk hal-hal yang ringan; 5) Pingsan atau kolaps (collapse). Bila dikaji maka keluhan atau gejala sebagaimana digambarkan di atas lebih didominasi oleh keluhan-keluhan fisik yang disebabkan oleh gangguan faal (fungsional) organ tubuh, sebagai akibat stresor psikososial yang melebihi kemampuan seseorang untuk mengatasinya. 

Jangan Pernah Melewatkan Sarapan






Sarapan atau breakfast berarti berbuka puasa setelah malam hari kita tidak makan. Karena itu, sarapan adalah saat makan paling penting dalam sehari. Sayangnya, sarapan seringkali diabaikan oleh banyak orang. Padahal, pengabaian itu dapat berakibat serius terhadap kesehatan kita. Makanlah secara benar dengan energi ang cukup untuk memulai hari Anda. Manfaat sarapan adalah meningkatkan kemampuan otak, menjaga tubuh tetap langsing dan meningkatkan semangat atau suasana hati kita.

“Breakfast is the most important meal of the day”. Kata Dr. Luigi Gratton, Vice President for Education of Herbalife International.

Sarapan memang membantu mengendalikan masalah kenaikan berat badan dan kegemukan bagi setiap orang. Sejumlah studi menunjukkan bahwa kebanyakan orang sukses mempertahankan berat badan hanya dengan membiasakan sarapan setiap harinya.

Makanan yang Anda pilih sebagai sarapan membuat perbedaan cukup besar bagi kesehatan tubuh. Banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan saat sarapan, misalnya, dapat menurunkan risiko kanker.

Setelah berpuasa sepanjang malam, sarapan akan membantu memulihkan energi yang hilang selama tidur. Jika Anda memilih makanan yang menyehatkan, makanan yang lambat dibakar, seperti buah dan kacang-kacangan, Anda akan dapat mengendalikan rasa lapar hingga jam makan siang datang. Dampak positif lainnya adalah Anda juga dapat menghindari makan yang berlebihan saat jam makan siang berdentang.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa orang yang lebih suka mengabaikan sarapan dan membayarnya sekaligus pas makan siang, biasanya justru tidak sehat. Kenapa? Perut kosong kadang ‘memaksa’ orang untuk mengonsumsi makanan berkadar lemak dan berkalori tinggi.

Apalagi keuntungan sarapan? Menurut The American Institute for Cancer Research, membiasakan diri untuk sarapan dapat meningkatkan metabolisme atau laju pembakaran kalori. Akibatnya, tubuh akan lebih berenergi dan mengendalikan berat badan dengan lebih mudah.

Perhatikan makanan yang Anda makan saat sarapan, jangan asal kenyang saja. Mengonsumsi makanan denga kadar gula tinggi tidaklah disarankan. Kenapa? Tak lain makanan dan minuman mengandung kadar gula tinggi akan membuat energi melonjak sesaat kemudian anjlok ke level terendah. Akibatnya, Anda cepat lapar dan haus lagi, meskipun sudah sarapan.

Jadi sarapan apa yang menyehatkan? Pilihlah sereal dengan kandungan gula rendah dan buah segar. Mengkonsumsi makanan tersebut akan memberi energi lebih lama bagi tubuh Anda. Pastikan bahwa sarapan Anda berefek baik bagi tubuh, bukan semata-mata hanya mengenyangkan saja.

KOTAK KOMENTAR

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...