Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Desember 2010

Tradisi Perang Suku di Pedalaman Mimika Papua

Dipicu Dendam Antar keluarga atau Kasus Perselingkuhan
Perang antarsuku seakan masih menjadi tradisi di beberapa daerah 
pedalaman Papua. Termasuk perang di Kelurahan Kwamki Lama, Distrik Mimika Baru, 
Kabupaten Mimika, antara suku Dani dan suku Damal . Apa 
pemicunya?
Laporan S AMBING dan KISS RG KOIBUR, Timika 

DI wilayah Kabupaten Mimika ada tujuh suku. Mereka adalah Amungme, 
Kamoro, Dani, Damal, Nduga, Mee, dan Moni. Biasanya, kelompok-kelompok ini 
dipisahkan oleh letak geografis. Namun, bisa jadi, sebuah desa atau distrik 
ditinggali lebih dari satu suku.

Suku Kamoro, misalnya, tinggal di dataran rendah hingga bagian pantai 
Mimika. Suku Amungme banyak mendiami daerah pegunungan. Kedua suku tersebut 
banyak disebut orang sebagai suku asli Mimika. Lima suku lain datang dari 
wilayah kabupaten sekitar Mimika.

Suku Dani berasal dari bagian barat Kabupaten Jayawijaya (Wamena). Suku 
Damal berasal dari Mulia, pertengahan antara Kabupaten Jayawijaya dengan 
Kabupaten Paniai. 

Kepala Suku Dani, sekaligus anggota DPRD Mimika, Philipus Wakerwa kepada 
JPNN mengungkapkan, pribadi keras dan tegas yang menjadi ciri khas warga 
pribumi tidak terlepas dari pengaruh topografi alam dan pola hidup di daerah 
pedalaman.

Akibatnya, saat berhadapan dengan perkembangan daerah yang cukup 
signifikan, mereka mengalami keterkejutan budaya (cultural shock). Karena itu, 
kuat kesan bahwa warga pedalaman Papua resistan dengan perubahan. Bahkan, 
sering mereka menyikapinya dengan emosional.

''Ada dua persoalan yang bisa memicu warga angkat panah. Balas dendam 
karena anggota keluarganya disakiti atau kasus perselingkuhan. Biasanya, 
perselingkuhan bisa di dalam kerabat atau dengan suku lain," kata Philipus. 

Philipus mengatakan, sebagian besar warga pedalaman belum melek hukum. 
''Hampir semua warga Dani di sini (Mimika, red) berasal dari daerah pedalaman, 
khususnya lembah Baliem (Kabupaten Jayawijaya). Jadi, ketika berhadapan dengan 
keharusan mengikuti hukum positif, sangat sulit," ujarnya. 

Mereka lebih taat kepada hukum adat daripada hukum nasional. ''Yang lebih 
mendominasi pikiran mereka adalah aturan adat. Ini juga terbentuk karena hidup 
di pedalaman penuh tantangan. Bukan hanya alam yang keras, tuntutan mencari 
nafkah mengharuskan mereka berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun naik turun 
gunung dan lembah. Jangan heran apabila watak masyarakat pribumi keras dan 
tegas,'' sambung Philipus. 

Dia kemudian mencontohkan, kebiasaan yang sekarang ini masih terpelihara 
pada suku Dani yang berkaitan dengan pernikahan. Biasanya, seorang pria yang 
ingin berkenalan dengan wanita harus membangun komunikasi dengan keluarga dekat 
wanita tersebut. 

Jika tawaran itu diterima, perempuan bersangkutan melakukan apa yang 
disebut warga Dani bingga lakue atau bingga lakarak. Pada tahap ini, perempuan 
datang ke rumah laki-laki untuk memasak, lalu pergi. Tugas itu berlangsung 
lebih dari satu bulan. Apabila pihak perempuan merasa sudah waktunya 
mengetahui sikap orang tua pria, dilakukan upacara koeame wagarak atau 
perempuan datang untuk mendengar jawaban dari orang tua pria. 

Jika perempuan tersebut rajin dan cocok untuk jadi istri anak 
laki-lakinya, selanjutnya pihak orang tua menyampaikan persetujuan. 

Tahap ketiga jalinan itu adalah koejiqui atau koejikopopiwogi. Pada tahap 
ini, orang tua perempuan mengantar anaknya kepada orang tua laki-laki. 
Biasanya, dilakukan acara potong babi dan diselenggarakan pesta adat. Sebelum 
diantar, orang tua perempuan merias sendiri anaknya, seperti mengenakan noken, 
kulit bia, dan berbagai perlengkapan adat lain. 

Setelah mengantar anaknya, orang tua perempuan pulang. Selanjutnya, orang 
tua laki-laki mendatangi orang tua perempuan untuk mendata semua jenis 
pengeluaran berkaitan dengan acara koejikopopiwogi, terutama biaya untuk 
periasan anak menantunya. Acara ini dalam bahasa setempat disebut koewupugi. 
Setelah semua pengeluaran direkap, baru dilakukan pembayaran oleh pihak 
keluarga pria kepada keluarga perempuan. 

Juga dijelaskan oleh Philipus, seorang suku Dani -juga lima suku lain: 
Amungme, Moni, Damal, Nudga, Mee- yang meninggal dalam perang harus dibakar. 
Pembakaran mayat tersebut merupakan persembahan kepada arwah nenek moyang. 

Sebab, kata Philipus, sebelum perang adat, kepala suku dan kepala perang 
harus melakukan upacara memanggil arwah. Menurut kepercayaan warga Dani, sudah 
ditentukan arwah nenek moyang yang menjaga mereka selama perang. 

Setelah membakar, kubu bersangkutan harus menyampaikan pada kubu lawan 
tentang nama dan identitas mayat yang dibakar. Menurut Philipus, ini bertujuan 
agar kubu lawan senang dan kubu yang menderita tidak mendapat gangguan dari 
arwah. 

Menurut data yang dihimpun Radar Timika dari sejumlah sumber, baik suku 
Dani maupun suku Damal memiliki sejumlah marga. Pada suku Dani, terdapat marga 
Wakerwa, Waker, Kogoya, Tabuni, Wenda, dan Magai. Pada suku Damal, marganya 
adalah Mom, Murib, Waker, Kum, Kiwak, Kibak, Jolemol, dan Magai.

Tokoh lain masyarakat suku Dani, NW (minta namanya diinisialkan), dan 
salah seorang tokoh pemuda suku Damal Edwin Mom yang ditemui JPNN Senin lalu 
menjelaskan, secara umum kehidupan suku Dani dan Damal termasuk yang 
terbelakang di Papua. 

Lambatnya kedua suku itu menerima kemajuan bisa dilihat dari sektor 
pendidikan dan sektor kehidupan sosial. Namun, yang paling utama penerimaan 
Injil (sebagai kabar baik) yang belum merata diterima masyarakat kedua suku. 

NW yang ditemui JPNN di Jalan Sosial, Jalur V Kwamki Lama, mengatakan, 
suku Dani dan Damal memang sering berperang. Menurut dia, bentrokan itu 
merupakan akibat iman kepercayaan secara umum masyarakat kedua suku belum kuat 
(teguh). ''Kabar dari Injil belum seluruhnya diterima masyarakat. Meski ada 
yang menerima, tapi hanya seberapa? Alasan itu menjadi dasar kuat sering 
terjadi perang walaupun masalah awalnya kecil."

NW kemudian menuturkan penyebab perang dan akibat yang biasanya 
ditanggung. Pertama, bila anak gadis orang lain diambil tanpa sepengetahuan 
orang tua atau keluarga dekat anak gadis itu. Pada era 1990-an, soal seperti 
itu diselesaikan dengan membayar lima ekor babi. Tapi, kemudian, denda bisa 
dibayar dengan uang.

Kedua, bila istri berselingkuh dengan pria lain (meksipun si lelaki 
bagian keluarga). Penyelesaiannya didenda lima ekor babi. ''Setelah itu bisa 
akur kembali. Tapi, bila pihak laki-laki bersikeras, maka setelah dibuat denda 
adat, sang istri dicerai."

Ketiga, pencurian terhadap barang berharga seperti kulit kerang yang 
sering dipakai sebagai maskawin pihak laki-laki kepada pihak perempuan. 
Penyelesaiannya dibuat acara potong dua ekor babi, lalu barang berharga yang 
dicuri itu dikembalikan. 

Keempat, pencurian terhadap hewan piaraan, seperti babi, burung, atau 
tanaman di kebun (ladang). Penyelesaiannya, diselenggarakan rapat, lalu 
dilakukan pembayaran denda tiga ekor babi sebagai ganti rugi.

Kelima, bila ada dua orang berbeda marga makan bersama, setelah saling 
berpisah kemudian salah satunya sakit. Ini bisa menimbulkan rasa curiga kepada 
orang yang sebelumnya makan bersama si sakit.

Keenam, bila ada sepuluh orang bekerja di ladang, kemudian salah satu di 
antaranya terluka. Kecurigaan korban dilukai oleh sembilan orang lain bisa 
muncul bila tidak ada penjelasan kepada keluarganya. 

Ketujuh, misalnya ada tiga anak kecil bermain bersama, kemudian salah 
satunya tiba-tiba sakit. Dua anak lainnya akan dimintai penjelasan. Bila tidak 
ada penjelasan yang baik dari kedua anak tersebut, orang tua akan 
menyelesaikannya.

Dalam kehidupan sehari-hari suku Dani, kata NW, rasa curiga masih tinggi. 
Seorang laki-laki yang kedapatan berjalan dengan seorang gadis tanpa ikatan 
resmi, misalnya, bisa menyulut perang.

Menyikapi perbedaan suku dan budaya warganya, Bupati Kabupaten Mimika 
Klemen Tinal menegaskan bahwa semua suku di wilayahnya, asli maupun pendatang, 
mendapat perlakuan sama dalam memperoleh kehidupan yang layak. 

Ditemui JPNN di Kwamki Lama saat bertemu dengan warga kubu tengah, Rabu 
(2/8), bupati menyatakan, meskipun ada suku asli seperti Kamoro dan Amungme 
ditambah Suku Dani, Damal, Mee, Nduga, dan Moni, serta suku-suku lain dari 
Papua maupun luar, perlakuan yang diberikan sama. 

''Baik itu pembinaan serta pelayanan akan dilakukan sama, tidak ada 
perbedaan," ujarnya. 

Penerapan hukum positif pun diinginkan bupati dalam menangani berbagai 
persoalan di tengah masyarakat. ''Hukum positif yang akan mengikat semua. 
Dengan hukum (positif) ini, semua akan hidup berdampingan satu dengan yang 
lain. Dan di Mimika ini tidak ada masalah suku,'' ujarnya

36 Strategi Perang Ala Sun Tzu






Bab 1. Strategi untuk Menang


Strategi 1
Perdaya Langit untuk melewati Samudera.
Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.

Strategi 2
Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.
Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.

Strategi 3
Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.)
Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok aparat musuh untuk menjadi pengkhianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.

Strategi 4
Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.
Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.

Strategi 5
Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya. (Merampok sebuah rumah yang terbakar.)
Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar. Inilah waktunya untuk menyerang.

Strategi 6
Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat.
Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.




Bab 2. Strategi Berhadapan dengan Musuh


Strategi 7
Buatlah sesuatu untuk hal kosong.
Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah breaksi terhadap tipuan pertama dan –biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. OLeh karenanya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.

Strategi 8
Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang. (Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.)
Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen. Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.

Strategi 9
Pantau api yang terbakar sepanjang sungai.
Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antar mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.

Strategi 10
Pisau tersarung dalam senyum.
Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya, anda bergerak melawannya secara rahasia.

Strategi 11
Pohon prem berkorban untuk pohon persik. (Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)
Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.

Strategi 12
Mencuri kambing sepanjang perjalanan (Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)
Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.





Bab 3. Strategi Penyerangan

Strategi 13
Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.
Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar strateginya.

Strategi 14
Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya. (Menghidupkan kembali orang mati.)
Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau sebuah metode yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.

Strategi 15
Giring macan untuk meninggalkan sarangnya.
Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.

Strategi 16
Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.
Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.

Strategi 17
Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.
Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil. Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.

Strategi 18
Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.
Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah loyalitas terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.




Bab 4. Strategi Chaos/Kekacauan

Strategi 19
Jauhkan kayu bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)
Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang sumberdayanya.

Strategi 20
Memancing di air keruh.
Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.

Strategi 21
Lepaskan kulit serangga. (Penampakan yang salah menipu musuh.)
Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus mengonsolidasi kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.

Strategi 22
Tutup pintu untuk menangkap pencuri.
Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.

Strategi 23
Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga.
Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.

Strategi 24
Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.
Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang-.
Bab 5 

Strategy 25
Gantikan balok dengan kayu jelek.
Kacaukan formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah sebuah hal yang berlawanan dengan latihan standarnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang dibutuhkan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.

Strategi 26
Lihat pada pohon murbei dan ganggu ulatnya.
Untuk mendisiplinkan, mengontrol, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.

Strategi 27
Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan macan. (Bergaya bodoh.)
Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Giring lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.

Strategi 28
Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas (Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.)
Dengan umpan dan tipu muslihat giring musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.

Strategi 29
Hias pohon dengan bunga palsu.
Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.

Strategi 30
Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.
Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.




Bab 6 Strategi Kalah

Strategi 31
Jebakan indah. (jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.)
Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.

Strategi 32
Kosongkan benteng. (Jebakan psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan jebakan.)
Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.

Strategi 33
Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya. (Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.)
Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.

Strategi 34
Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. (Masuk pada jebakan; jadilah umpan.)
Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.

Strategi 35
Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan (Jangan pernah bergantung pada satu strategi.)
Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeda-beda yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.

Strategi 36
Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36: lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:
“Jika seluruhnya gagal, mundur”
Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!


KOTAK KOMENTAR

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...