Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eropa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Desember 2010

Mengamati Pelabuhan Rotterdam Gerbang Dunia Eropa

Jika ada satu tempat yang membuat Belanda menjadi negara perdagangan yang penting saat ini, maka tempat itu adalah Rotterdam. Pelabuhan Rotterdam terletak di lokasi bertemunya sungai-sungai besar di Eropa, dapat dicapai oleh kapal laut dan saat ini dapat mencapai tujuan pasar dengan satu juta orang hanya dalam perjalanan satu hari. Rotterdam menjadi pilihan yang masuk akal sebagai pelabuhan utama di Eropa. Pembangunan kembali pelabuhan tersebut menjadi prioritas utama setelah berakhirnya perang di Belanda. Pelabuhan Rotterdam rusak parah selama Perang Dunia Kedua, hampir setengahnya hancur. Perdagangan dengan Jerman berhasil diperbaiki, sebagian karena kebangkitan kembali Jerman dan sebagian lagi karena kerjasama yang berhasil antar negara-negara Eropa. Pertumbuhan ekonomi begitu tingginya sehingga pada tahun 1950-an perluasan pelabuhan diperlukan, maka dibangunlah Eemhaven dan Botlek.

Rotterdam baru menjadi pelabuhan utama di Belanda pada Abad ke-19. Walaupun kota itu sudah ada sejak lama, namun belum diperhitungkan sebagai pelabuhan yang penting. Sekitar tahun 1250-an, sebuah bendungan dibangun di sekitar Sungai Rotte yang kecil untuk mencegah masuknya terlalu banyak garam ke sungai tersebut dari laut. Di bendungan, barang-barang dipindahkan dengan tangan dari perahu ke kapal-kapal laut – inilah awal dari pelabuhan Rotterdam. Pada Abad ke-16, Rotterdam berkembang menjadi pelabuhan perikanan yang penting dan kemudian kota tersebut berperan penting dalam berbagai ekspedisi kolonial. Namun demikian, Rotterdam tidak pernah menjadi pusat perdagangan kolonial : pelabuhan saat itu terlalu sulit untuk dicapai dari laut dan juga berbagai kantor keuangan dan usaha membuka kantor mereka di Amsterdam.

Pada paruh kedua Abad ke-19, pelabuhan tersebut berubah sangat dramatis. Pertambangan dan industri mulai berkembang di Ruhrgebiet Jerman. Selain itu, Rotterdam sudah sangat mudah dicapai melalui laut. Di bawah pimpinan seorang insinyur perairan bernama Pieter Caland bukit pasir di pesisir Hoek van Holland dipotong dan jalur baru digali menuju pelabuhan Rotterdam : Nieuwe Waterweg (Jalur air yang baru). Dipelabuhannya sendiri cekungan-cekungan yang baru digali. Alat angkut bertenaga uap dan mesin lainnya memfasilitasi keluar masuk barang, dan kereta api barang mengangkut barang-barang dengan cepat.


Pelabuhan Rotterdam telah tumbuh terus sepanjang empat puluh tahun, antara lain dengan pembangunan Europoort dan Maasvlakte. Pemerintah Belanda menganggap penting untuk membuat pelabuhan Rotterdam selalu kompetitif. Sebagaimana halnya Bandara Schiphol, Rotterdam adalah pelabuhan utama, penghubung bagi kegiatan dagang internasional Belanda. Globalisasi berarti bahwa barang-barang diangkut secara intensif dari satu belahan dunia ke belahan dunia lainnya. Persaingan semakin meningkat – bahkan di antara berbagai pelabuhan. Dengan alasan ini, negara memberi perhatian ekstra terhadap desain dan aksesibilitas pelabuhan Rotterdam. Betuweroute, jalur kereta api barang yang baru antara Rotterdam dan Jerman, adalah salah satu proyek yang akan menjadi fondasi bagi masa depan pelabuhan itu.

Kelalawar Pemangsa Ikan Di Eropa


Kelelawar yang berjari panjang di Eropa ditemukan menangkap dan memangsa ikan . Untuk mengetahui apakah kelelawar secara aktif memancing, Joxerra Aihartza dari Universitas Negeri Basque di Bilbao, Spanyol, dan rekan mulai memantau perilaku kelelawar ini dengan alat radio pelacak .

Sejumlah kelelawar diseluruh dunia terkenal dengan pengangkap ikan termasuk kelelawar Amerika selatan .

Jumat, 17 Desember 2010

Amerika dan Asia Kalahkan Eropa soal Internet

Jumlah pelanggan fixed broadband, internet kecepatan tinggi menggunakan kabel, di seluruh dunia akan meningkat menjadi 501 juta pada akhir 2014. Dari jumlah tersebut, sekitar 106 juta orang akan terdaftar ke layanan yang dihantarkan lewat jaringan serat optik.

Seperti VIVAnews kutip dari PC Advisor, 9 Februari 2010, pada akhir 2009, broadband serat optik dipakai oleh 44 juta orang. Di tahun tersebut, Eropa Barat hanya memiliki sekitar dua juta pelanggan broadband serat optik.




















Penetrasi ini sangat rendah dibanding Amerika Utara dan Asia Pasifik meski negara-negara Eropa Barat berencana untuk mengakselerasi penetrasi broadband serat optik mereka.

Wilayah Asia Pasifik sendiri memiliki penetrasi broadband tertinggi di dunia, disusul Amerika Utara. Asia Pasifik mewakili 84 persen pengguna broadband serat optik dari pengguna di seluruh negara.

Adapun Korea Selatan dan Jepang merupakan negara dengan penetrasi broadband serat optik tertinggi. Dari sisi operator broadband serat optik dengan jumlah pelanggan terbesar adalah NTT dari Jepang, dengan sekitar 12 juta pelanggan.

Menurut penelitian ABI Research, di tahun 2009, jumlah pelanggan broadband berbasis kabel mencapai 422 juta pengguna. Naik 9 persen dibanding tahun 2008.

Menurut Seren Fong, penetrasi broadband terus meningkat sejak provider menawarkan layanan triple-play dan menurunkan harga akses.

Di antara tiga teknologi broadband, 65 persen pelanggan fixed broadband terdaftar ke DSL, 25 persen pengguna kabel, dan 11 persen ke layanan broadband serat optik. Jumlah pelanggan broadband serat optik meningkat cepat dengan pertumbuhan tahunan 20 persen dari 2008 hingga 2014.

Badai Salju Lumpuhkan Eropa















Badai salju yang cukup tebal mengacaukan perjalanan udara antarnegara di Eropa, Jumat waktu setempat, 17 Desember 2010. Lebih 800 penerbangan dibatalkan, dan melumpuhkan jalur penerbangan di Jerman, Belanda, dan Swiss.

Jerman boleh dikata yang paling parah menerima dampaknya. Lebih 600 penerbangan dibatalkan. Sejumlah sekolah terpaksa diliburkan. Berbagai akses jalan juga terputus akibat sumbatan salju yang sangat tebal.

Putusnya sejumlah akses jalan bahkan tak hanya memicu kemacetan luar biasa, namun juga kecelakaan lalulintas yang menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.

Di Belanda, salju tebal menyebabkan sekitar 100 penerbangan di Bandara Schiphol batal. "Ini mengacaukan kesibukan pemudik menjelang libur Natal," kata juru bicara bandara, Mirjam Snoerwang. Bandara Schiphol yang merupakan bandara tersibuk di Eropa lumpuh sekitar 4,5 jam.

Banyaknya pembatalan penerbangan itu benar-benar menyengsarakan calon penumpang. Mereka hanya bisa pasrah melihat transportasi darat juga kacau oleh salju. Cuaca buruk membuat sejumlah kendaraan terjebak di jalan raya dan memicu kemacetan luar biasa di sejumlah kota besar di Belanda seperti Amsterdam, Rotterdam dan Den Haag.

Salju juga memaksa pembatalan sekitar 100 penerbangan dari bandara di Jenewa, Swiss. Pada Jumat pagi hingga siang, bandara terpaksa ditutup. Kemacetan di jalan raya bahkan mencapai lebih 100 kilometer.

Gelombang salju dan cuaca dingin juga menyebabkan masalah perjalanan di seluruh Inggris. Perjalanan kereta api dibatalkan, sekolah tutup dan akses jalan tersumbat salju. "Benar-benar mengerikan, jalan menjadi lapisan es," kata salah satu pengendara di Skotlandia, Kirsty McCullogh.

KOTAK KOMENTAR

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...